Mengenal lebih dekat tentang apa itu mikrofon nirkabel (Wireless Microphone)
Posted on 21 April, 2025
Hai penggemar Audio ITU, kemarin kita sudah membahas tentang apa itu "Mikrofon/Microphone" dan berbagai jenis mikrofon dan penggunaan nya.
Kali ini kita akan membahas apa itu Mikrofon Nirkabel atau disebut juga Wireless Microphone.
Dalam dunia audio dan konser, wireless microphone atau mikrofon nirkabel masih menjadi pilihan utama bagi banyak profesional baik penyanyi maupun pemula seperti content creator. Meski saat ini teknologi wired microphone masih digunakan, akan tetapi mikrofon nirkabel tetap memiliki tempat tersendiri karena kualitas dan fleksibilitas yang ditawarkannya.
Lalu Apa Itu Wireless Microphone?
Wireless microphone atau mikrofon nirkabel adalah perangkat audio yang digunakan untuk merekam atau mentransmisikan suara tanpa menggunakan kabel fisik sebagai penghubung ke sistem suara atau perekam. Mikrofon ini bekerja dengan mengubah suara menjadi sinyal radio (RF) atau sinyal digital, yang kemudian dikirimkan ke receiver (penerima) yang terhubung ke sistem audio.
Cara Kerja Wireless Microphone
Wireless microphone terdiri dari dua komponen utama:
-
Transmitter (pemancar): Terintegrasi dalam mikrofon atau dalam bentuk bodypack yang bisa disambungkan ke lavalier atau headset mic atau handheld mic atau gooseneck mic.
-
Receiver (penerima): Menerima sinyal dari transmitter dan mengubahnya kembali menjadi sinyal audio yang bisa dikeluarkan lewat speaker atau direkam.
Sinyal dikirim melalui gelombang radio (biasanya di frekuensi UHF atau VHF), atau melalui sinyal digital yang lebih aman dari gangguan.
Jenis-Jenis Wireless Microphone
-
Handheld Wireless Microphone: Mikrofon genggam dengan transmitter bawaan. Cocok untuk presentasi, konser, dan pidato.
-
Lavalier (Clip-on) Microphone: Mikrofon kecil yang bisa dijepit di pakaian, ideal untuk presenter TV, seminar, content creator atau vlog.
-
Headset Microphone: Mikrofon yang dipasang di kepala, populer di kalangan instruktur kebugaran atau performer di panggung.
-
Instrument Wireless Mic: Digunakan untuk alat musik, seperti gitar, drum, atau saxophone, agar musisi bisa bebas bergerak.
-
Gooseneck Wireless Mic: Digunakan untuk meeting, seperti conference meeting baik hybrid meeting maupun offline meeting, biasanya di gunakan untuk ruang meeting perkantoran atau digunakan di mimbar tempat beribadahan.
- Boundary Wireless Mic: Digunakan untuk meeting, seperti conference meeting baik hybrid meeting dengan cakupan Bi-Directional untuk polar patternnya.
Kelebihan Wireless Microphone
-
Mobilitas tinggi: Pengguna bebas bergerak tanpa terganggu kabel.
-
Tampilan rapi: Tidak ada kabel yang terlihat, cocok untuk presentasi formal dan produksi video.
-
Fleksibilitas penempatan: Receiver bisa ditempatkan dekat mixer atau sistem audio.
Kekurangan Wireless Microphone
-
Bergantung pada baterai: Perlu pengecekan dan penggantian baterai secara berkala tetapi untuk saat ini banyak brand yang menggunakan baterai lithium yang dilengkapi docking charger seperti Sennheiser SLDW, EWD-X, Relacart UR 280/290, dan lain-lain.
-
Gangguan sinyal: Bisa terganggu oleh perangkat lain jika frekuensi tidak dikelola dengan benar bila menggunakan sistem analog frekuensi, Bila menggunakan mikrofon dengan transmisi digital seperti Sennheiser SLDW, EWD-X, Relacart HR-32D secara otomatis receiver akan mencari sendiri frekuensi kosong dan tidak menimbulkan dengung akibat interference frekuensi.
-
Harga lebih mahal: Dibanding mikrofon kabel, umumnya lebih mahal karena teknologi tambahannya.
Aplikasi Wireless Microphone
Wireless microphone digunakan dalam berbagai bidang:
-
Konser dan pertunjukan musik
-
Presentasi bisnis dan seminar
-
Produksi TV dan film
-
Peribadatan di rumah ibadah
-
Kegiatan olahraga atau fitness
- konten kreator
Tips Memilih Wireless Microphone
-
Pilih sistem frekuensi yang stabil (UHF lebih unggul dibanding VHF). Dengan Relacart HR-32D bisa melihat frekuensi suatu daerah secara real-time.
-
Pertimbangkan jangkauan sinyal sesuai kebutuhan bisa di liat dari datasheet pada masing-masing brand untuk RF sensitivity di sekitar -90dB dan RF output power back channel di sekitaran 10mW untuk di wilayah Indonesia dan bisa up to 250mW tergantung regulasi masing-masing negara contoh kita ambil dari datasheet Sennheiser SLDW.
-
Cek kualitas audio dan fitur noise reduction.
-
Pastikan baterai tahan lama dan mudah diganti atau menggunakan trasmitter microphone yang sudah termasuk lithium baterai.
-
Sesuaikan jenis mic (handheld, lavalier, headset, gooseneck, boundary) dengan penggunaan.
Kesimpulan
Wireless microphone tetap menjadi pilihan andalan bagi banyak musisi, podcaster, profesional audio karena fleksibilitas dan kualitas suaranya.
Nah berikut ini tentang penjelasan singkat pengertian mikrofon (microphone), selain itu PT Inovasi Teknologi Unggulan merupakan Distributor yang pioner dibidang sistem audio visual seperti brand SENNHEISER, RELACART, VISSONIC, NEXT AUDIO, VICTORY, dan lain-lain.
Kami juga menyediakan promo menarik untuk produk brand RELACART.
Bila ada kebutuhan yang berhubungan dengan sistem audio visual, kami siap membantu memberikan solusi yang terbaik untuk anda.
Suggest Blog
Relacart : Inovasi dalam ...
Relacart adalah perusahaan asal Tiongkok yang dikenal sebagai produsen perangkat audio profesional, khususnya sistem mik...
Koneksi Audio Analog dan ...
Dalam dunia audio modern, koneksi antara perangkat tidak hanya sekadar kabel jack atau RCA. Seiring berkembangnya teknol...
Mengenal Speaker Aktif : ...
Speaker aktif menjadi pilihan populer di kalangan pecinta musik, profesional audio, hingga pengguna rumahan karena kemud...
Speaker Pasif dan Amplifier: ...
Dalam dunia audio, dua komponen penting yang sering digunakan adalah speaker pasif dan amplifier.